Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Budaya minang

Budaya minang Beberapa menit sebelum gempa instingku penasaran dengan budaya minang, kemudian aku paksakan bangun untuk mempelajari secara singkat sejarah, budaya & tari-tari tradisonalnya. Oh ya, Sorenya juga abangku menceritakan sekilas kisah beberapa orang minang yang merantau dekat kampus ITB. Detik2 gempa aku sedang menonton tari piring-minang, kombinasi warna pakaiannya dan gerakan tarinya sangat menarik. Walaupun sedikit puas, tapi masih ada rasa ingin tahu yang kian mendalam. Siang ini aku pergi makan diwarung padang harapannya sedikit memuaskanku akan rasa ingin tahu tentang minang. Setelah makan, kedaan mulai sepi, saya beranikan diri bertanya pada penjualnya: apakah bapak asli padang/minang? Beliau menjawab: saya bukan orang padang/minang. Apakah ada dari karyawannya orang padang? Jawab: tidak ada Apakah warung ini pemiliknya orang padang? Lagi2, pemiliknya bukan dari padang. Kemudian aku memustuskan untuk pulang. Jreng.... Jreng... =D Dari cerit...

Pengemis Zaman Now

Pengemis Zaman Now Oleh: Hanny Dewanti Pengemis zaman now itu nggak perlu bakai baju lusuh dan nggak perlu miskin. Pengemis zaman now itu tersebar di permukaan bumi dengan pakaian berlabel dan wajah rupawan. Pengemis zaman now itu sekarang punya gadget mahal. Kok bisa???? Lha iyaaa... Pengemis zaman now itu yang dengan entengnya ngetik komen di facebook... Pas ada yang masang foto kue buatan sendiri, dia langsung komen "Wuah, boleh dong minta buatin. Aku punya bahannya, nih. Nanti kuantar ke rumah ya minta dibuatin?" atau "Aku ke rumah icip-icip, ya?" Ya kali Mak bikin kue itu bisa pakai sulap? Pas ada yang masang foto jalan-jalan, dia langsung komen dengan entengnya, "Jangan lupa oleh-oleh, ya. Masa jalan-jalan bisa, tapi beli oleh-oleh recehan saja nggak bisa." Ya kalo cuma dibelikan permen doang Yey mesti bakalan protes. Pas ada yang masang foto launching buku, dia langsung komen, "Buat aku gratisan, ya? Kan aku temanmu juga....