Langsung ke konten utama

Pengemis Zaman Now

Pengemis Zaman Now
Oleh: Hanny Dewanti

Pengemis zaman now itu nggak perlu bakai baju lusuh dan nggak perlu miskin. Pengemis zaman now itu tersebar di permukaan bumi dengan pakaian berlabel dan wajah rupawan. Pengemis zaman now itu sekarang punya gadget mahal.
Kok bisa????
Lha iyaaa...
Pengemis zaman now itu yang dengan entengnya ngetik komen di facebook...
Pas ada yang masang foto kue buatan sendiri, dia langsung komen "Wuah, boleh dong minta buatin. Aku punya bahannya, nih. Nanti kuantar ke rumah ya minta dibuatin?" atau "Aku ke rumah icip-icip, ya?"
Ya kali Mak bikin kue itu bisa pakai sulap?
Pas ada yang masang foto jalan-jalan, dia langsung komen dengan entengnya, "Jangan lupa oleh-oleh, ya. Masa jalan-jalan bisa, tapi beli oleh-oleh recehan saja nggak bisa."
Ya kalo cuma dibelikan permen doang Yey mesti bakalan protes.
Pas ada yang masang foto launching buku, dia langsung komen, "Buat aku gratisan, ya? Kan aku temanmu juga."
Ya, kalau ikutan bantu nulis atau ngasih endorse sih nggak apa. Nerbitin buku itu nggak cuma asal ngeden, Mak. Ngetik dan mikir pas nulis buku apa iya nggak pakai bahan bakar, mak?
Pas ada yang majang craft handmade, dia langsung komen, "Buatin aku juga dong."
Duh, dia bikin satu itu aja sampai nangis-nangis, enak banget minta buatin?

Foto Hanny Dewanti.
Macem-macem deh ulah pengemis zaman now. Kalau nggak dikasih bakalan nyindir macem-macem😧akhirnua statusnya berubah dari pengemis jadi pemeras😬
Jangan ya mak...
Kalau memang hanya bercanda, bercanda dengan cara yang baik. Kita tidak tahu apa candaan kita itu menjadi beban pikiran orang lain atau tidak.
Selain itu, meminta minta menurunkan harga diri kita mak ðŸ™ˆ yaelah... mobil gede-gede gitu masih aja minta ke orang. Kalau memang mau oleh-oleh, titip uang juga mak.
Lain Kalau dikasih gratis sebagai hadiah ya alhamdulillah. Rezeki mak.
Jika tangan tidak bisa di atas, paling tidak jangan di bawah.
Jika belum jadi kaya, paling tidak mentalnya dulu yang kaya, Mak. Siapa tahu dengan begitu Allaah menaikkan level kita lebih tinggi lagi. Aamiin yaa robbalalamiin...
Selamat malam dan selamat berolah raga bagi yang sudah menikah.
Bagi yanh belum menikah, perbanyak zikir malam ini. Semoga dimudahkan perjalanan menuju jodoh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budaya minang

Budaya minang Beberapa menit sebelum gempa instingku penasaran dengan budaya minang, kemudian aku paksakan bangun untuk mempelajari secara singkat sejarah, budaya & tari-tari tradisonalnya. Oh ya, Sorenya juga abangku menceritakan sekilas kisah beberapa orang minang yang merantau dekat kampus ITB. Detik2 gempa aku sedang menonton tari piring-minang, kombinasi warna pakaiannya dan gerakan tarinya sangat menarik. Walaupun sedikit puas, tapi masih ada rasa ingin tahu yang kian mendalam. Siang ini aku pergi makan diwarung padang harapannya sedikit memuaskanku akan rasa ingin tahu tentang minang. Setelah makan, kedaan mulai sepi, saya beranikan diri bertanya pada penjualnya: apakah bapak asli padang/minang? Beliau menjawab: saya bukan orang padang/minang. Apakah ada dari karyawannya orang padang? Jawab: tidak ada Apakah warung ini pemiliknya orang padang? Lagi2, pemiliknya bukan dari padang. Kemudian aku memustuskan untuk pulang. Jreng.... Jreng... =D Dari cerit...